Wednesday, May 20, 2020

Yang Selalu Dirindukan



Sumber ilustrasi: Rommee.id


Kehadiranmu...

menjadi penenang jiwa, ketika reaksi alam semesta tanpa jeda,

sebagai perekat sukma, saat manusia pada tuhannya semakin murka.

Seantero dunia tiada bosan mengharap dan menantimu,

sebagai tamu teristimewa

karena perjumpaan kita penuh makna.

Setahun lamanya, menunggu.

Sebulan terlalui bersamamu.

Banyak kisah dan falsafah yang telah terurai.

Hadirmu membuka tabir pahala dan asa.

Lautan manusia berharap,

selalu bersamamu sampai kelak di akhirat.

Sambil menikmati hari-hari penuh rahmat

Kini, diujung waktu.

Semua tiada menduga,

kau akan meninggalkan kenangan untuk kita.

Suasana batin teriris dan tersiksa,

apalagi…

ketika buah tangan yang kau bawa,

tak mampu dinikmati semua

dari

puasa yang penuh juang,

tarawih dan tadarus yang membahana setiap ruang,

hingga lailatul qadarmu yang dijanjikan,

entah bisa diperoleh dengan sempurna atau terlewat begitu saja...

pasrah dan menerima.

Ramadan…kau yang selalu dirindukan.

tak banyak yang bisa kuhadiahkan

sebagai kenangan kepergianmu menuju peraduan.

Hanya salam dan doa yang kupanjatkan

“Yaallah…janganlah Engkau jadikan puasa kali ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau menetapkan sebaliknnya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati bukan puasa yang sia-sia. Setulusnya, aku masih merindukan kehadiran Ramadan dan ingin selalu bersamanya.”

Ramadan…Jika Tuhan berkenan, kita akan terus berjumpa.

Jember, 20 Mei 2020




1 comment: